NEDA DAN HANNA

Malioboro, Yogyakarta, 2012

NEDA, HANNA, SAMUEL

Keraton Yogyakarta, 2011

HEINCE DAN SAMUEL

Malioboro, Yogyakarta,2011

HANNA DAN SAMUEL

Kraton, Yogyakarta, 2012

Tampilkan postingan dengan label VISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label VISI. Tampilkan semua postingan

7.24.2012

KEKUATAN DARI TUJUAN


Sebuah penelitian oleh Richard Leider dan Davis Shapiro baru-baru ini menemukan bahwa ketakutan utama yang dimiliki orang ialah menjalankan kehidupan tanpa arti. Menemukan tujuan dan menggenapinya merupakan kerinduan terdalam hati manusia, bahkan lebih mendesak daripada ketenaran atau kekayaan.
Orang-orang yang memiliki tujuan yang paling jelas telah menjadi pemimpin-pemimpin dunia. Sebagaimana dinyatakan Laurie Beth Jones dalam bukunya, The Path, "Orang-orang yang mempunyai visi dengan tujuan yang jelas selalu memimpin orang-orang yang tidak mempunyainya. Anda hanya memiliki dua pilihan: hidup menjalankan misi Anda atau hidup menjalankan misi orang lain."
Salah satu tujuan utama kami di MorningStar ialah membantu orang-orang menemukan tujuan mereka di dalam Allah. Setiap orang Kristen mempunyai suatu panggilan tinggi untuk menjadi seperti Tuhan, untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan-Nya, dan untuk menyatakan Dia kepada dunia ini. Karena panggilan tinggi ini, segala sesuatu yang dilakukan orang Kristen dapat memiliki arti kekal bagi orang-orang di sekeliling mereka. Apakah yang lebih penting dari itu?

ALLAH MEMBENCI ORANG YANG MEMILIKI VISI

 

Detrich Bonhoeffer adalah salah seorang pengarang favorit saya. Ia adalah pembawa suara kenabian sejati di awal abad ini. Dengan tanpa kompromi, ia berdiri menentang kegelapan terbesar pada zamannya, dan meninggal karenanya di dalam sebuah kamp tawanan Nazi. Dalam salah satu bukunya, Life Together, ia membuat sebuah pernyataan sederhana, namun berani dan mengejutkan, "Allah membenci orang yang memiliki visi." Terjemahan dari bahasa Jerman dalam penulisan bukunya ini mungkin sedikit lebih keras daripada yang dimaksudkannya, tetapi ada suatu kebenaran dalam hal ini yang perlu kita pahami.
Visi merupakan kekuatan yang dahsyat. Hampir semua kemajuan yang dicapai manusia merupakan hasil dari orang-orang yang mempunyai visi. Saya sangat bangga melihat begitu banyak orang yang bervisi berkumpul di jemaat-jemaat lokal kita. Saya telah mendengarkan banyak visi, dan saya merasa sebagian besar visi tersebut berasal dari Tuhan. Hal itu menggugah hati saya dengan adanya pengertian bahwa ada potensi untuk sesuatu yang lebih luar biasa daripada yang dapat saya harapkan beberapa tahun lalu. Namun, jika kita ingin memenuhi panggilan kita sebagai perorangan dan sebagai gereja, maka kita sekarang harus melangkah lebih jauh daripada sekedar mempunyai sebuah visi.