Oleh Rick Joyner
Sewaktu saya mendengarkan Hikmat, siapa pun sulit memahami, bahkan para saksi yang seperti awan itu, untuk menginginkan suatu otoritas atau posisi di hadirat-Nya. Sepertinya di setiap waktu yang saya habiskan di sini, kemuliaan dan otoritas Dia menjadi semakin besar, dan saya tahu bahwa penglihatan saya akan Dia itu masih sangat terbatas. Sama seperti alam semesta yang terus ukurannya membesar tanpa bisa dipahami, demikian juga pewahyuan kita akan Dia sepertinya akan terus membesar sampai ke kekekalan. “Bagaimana mungkin umat manusia akan bisa mewakili Engkau?” tanya saya.











